PACITAN, JATIMNESIA.COM – Selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mengintensifkan pembinaan dan pengawasan pangan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.
Hal tersebut di lakukan guna menjamin keamanan pangan maupun takjil di bulan Ramadhan.
” Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Kemenkes untuk melaksanakan pemeriksaan takjil di bulan Ramadhan,”kata Nunuk, Senin (9/3).
Nunuk membeberkan bahwa pemeriksaan dilakukan di pasar Arjowinangun,pasar Minulyo, pasar Arjosari dan menyasar ke lapak-lapak penjual takjil di pinggir jalan.
Adapun pemeriksaan di lakukan dari bahan baku takjil yang di jual di pasar,hingga takjil siap saji.
“Sebelumnya kami ke pasar untuk pemeriksaan bahan baku takjil di pasar dan sore hari kami ke penjual takjil untuk memastikan aman untuk di konsumsi masyarakat saat berbuka puasa,”ungkapnya.
Pun,Dinkes Pacitan juga melakukan pengambilan sampel untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Pacitan.Sampel tersebut akan diuji secara bakteriologis dan kimiawi. Untuk uji bakteriologis, dilakukan pemeriksaan terhadap kandungan Escherichia coli (E-coli). Sementara uji kimia meliputi deteksi zat berbahaya seperti Rhodamin B, Methanil Yellow, boraks, dan formalin.
“Mudah-mudahan hasilnya semua aman, sehingga bisa dipastikan bahwa takjil yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Pacitan ini benar-benar aman,”tambahnya.
Terkait hasil sementara di lapangan, Nunuk menyampaikan bahwa secara visual belum ditemukan hal-hal yang mencurigakan.
“Secara visual kami tidak menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan, tetapi nanti hasilnya akan kami uji dulu di Labkesda,” pungkas Nunuk Irawati
Penulis : Apriyanto








