Mengenal Sistem Triase RSDS Magetan.

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala IGD RSUD dr Sayidiman Magetan Pujo Catur Priyono.

Kepala IGD RSUD dr Sayidiman Magetan Pujo Catur Priyono.

MAGETAN [ Jatimnesia.com] – Rumah Sakit Umum Dokter Sayidiman (RSDS) Kabupaten Magetan menerapkan sistem Triase atau sistem pemilahan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berdasarkan tingkat keparahan kondisi pasien untuk menentukan prioritas penanganan.

Triase IGD membantu petugas medis menentukan penanganan pasien prioritas, sehingga mengurangi resiko kematian dan kecacatan.

” Melalui Triase kita pilah dan kita lihat mana yang keadaannya gawat darurat atau yang biasa. Kalau yang gawat darurat responnya 0 menit masuk zona merah yang masuk skala prioritas. Yang kedua kita pilah apakah masuk zona kuning responnya 15 menit, kita lakukan asesmen ulang keluhannya, dan zona hijau yang keluhan minimal, “ kata Kepala IGD RSUD dr Sayidiman Magetan Pujo Catur Priyono, Kamis (19/6).

Baca Juga :  Dindagnaker Pacitan Gencar Pelatihan Kerja
Triase IGD

Dijelaskan Pujo, persepsi masyarakat jika penanganan pasien RSDS Magetan lambat adalah kurang tepat. Pasalnya merupakan proses pemilihan kegawatdaruratan bagian dari zona Triase.

” Semua biasanya difokuskan disitu. Karena nyawa kejar-kejaran di zona merah. Karena life savingnya, “ tambahnya.

Kapasitas normal IGD pada Triase sekunder meliputi 3 tempat tidur. Zona merah 4 tempat tidur, zona kuning 8 dan zona hijau ada 5 bersama tempat isolasi. Jumlah tersebut dapat ditambah misalkan dihadapkan dengan kondisi tertentu.

Baca Juga :  RSDS Magetan Buka Layanan Klinik Sore.

Dijelaskan Kepala IGD, pasien yang sedang dirawat tidak serta merata diijinkan untuk pindah kamar. Namun harus dilakukan observasi dan pendataan setiap perkembangan kesehatan pasien.

“ Intinya pasien harus memiliki kondisi stabil. Kita butuh observasi ketat bahwa pasien ini telah aman untuk pulang, rawat jalan, transfer ke belakang. Kuncinya Aman pasien dulu, bukan masalah datang duluan pindah duluan,” pungkasnya.

Penulis : septian bayu

Berita Terkait

Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.
Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis
Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.
RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.
Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi
RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.
Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.
Dinkes Magetan Awasi Peredaran Mamin.

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:11 WIB

Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:17 WIB

Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.

Rabu, 22 April 2026 - 16:05 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:39 WIB

Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:18 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.

Senin, 9 Maret 2026 - 08:21 WIB

Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:37 WIB

Dinkes Magetan Awasi Peredaran Mamin.

Berita Terbaru

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Magetan Dwi Tjahyo Aribowo.

Politik & Pemerintahan

Buruh Pabrik Rokok Hingga Maskin Magetan Bakal Dapat BLT.

Minggu, 14 Jun 2026 - 09:32 WIB

Ketua Republik Damai Jawa Timur, Norman Susanto.

Politik & Pemerintahan

Aktivis Soroti Proses Penggantian Ketua DPRD Magetan.

Kamis, 11 Jun 2026 - 17:21 WIB

Tim Gabungan Menyidak Lokasi Tambang

Politik & Pemerintahan

Terus Diprotes Warga, Galian C Sayutan Magetan Ditutup Dinas ESDM Jatim.

Kamis, 11 Jun 2026 - 09:58 WIB