PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo meningkatkan upaya gempur penyakit Tuberkulosis (TBC), Rabu (3/9).
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setiyarini, mengatakan bahwa saat ini angka TBC nasional menduduki peringkat tertinggi kedua di dunia sehingga ada percepatan penanganan di tingkat nasional dan daerah.
“ Ini kita memang target kita semua digerakkan untuk deteksi diri TBC untuk nanti di screening, ditata laksana kalau misalnya ditemukan dan nanti ini dikerjakan bersama-sama dari tim percepatan penanggulangan TBC termasuk di dalamnya organisasi masyarakat,” katanya, Rabu (3/9).
Saat ini ada dua ribu lebih kasus dugaan penyakit TBC yang tercatat di dinas terkait.
“ Yang di Ponorogo ini kasus TBC tahun 2025 ini ada 2.543, kalau secara nasional memang angka kita itu memang capaian terduga TBC masih di bawah angka nasional per Agustus ini. Kalau yang temuan kasusnya ini kita baru 31% dari target nasional per Agustus ini 60% dan pasien TBC yang mendapatkan pengobatan meskipun tadi ditemukan sedikit Insyaallah semuanya sudah diobati, jadi kita temukan diobati sampai sembuh biar nanti tidak menularkan,” ungkapnya.
Dijelaskan Anik Setiyarini, tantangan utama dalam penanganan penyakit menular ini adalah stigma negatif yang ada di masyarakat.
“ Stigma ini yang membuat orang-orang untuk periksa ketika ada batuk kemudian ada keringat dingin di malam hari ada gejala-gejala TBC dia tidak mau periksa karena ada stigma yang demikian kental pada masyarakat terkait dengan TBC ini,” tuturnya.
Sementara itu capaian pengobatan di bulan Agustus ini sudah di angka 95%.
“ Insyaallah capaian kita sudah mencapai targetnya per Agustus ini 95%. Kalau yang pasien sukses rate selesai pengobatan itu memang kita mencapai angkanya baru 77% dari 90% yang tercapai,” pungkas Kabid P2P Dinkes Ponorogo.








