Antisipasi Keracunan Program MBG Di Magetan.

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pelajar Magetan menikmati Program MBG.

Sejumlah pelajar Magetan menikmati Program MBG.

MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Kasus keracunan pelajar saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan tidak terjadi di Kabupaten Magetan, Kamis (25/9).

Namun Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan telah mengantisipasi agar kasus keracunan MBG tidak terjadi di Kabupaten Magetan.

Salah satunya, Disdikpora Kabupaten Magetan aktif koordinasi dengan lintas sektoral khususnya penyuplai program MBG di Kabupaten Magetan.

” Sebagai antisipasi, kita koordinasi dengan pihak MBG, ditindaklanjuti dengan data peserta didik terkait alergi makanan pada setiap anak. Sehingga nanti jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau jam makan tentu juga maju karena untuk antisipasi juga berubah rasa kalau dimakan jaraknya terlalu lama. Tentu juga pemantauan pada saat distribusi, ” jelas Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Magetan Dian Astuti Purwandani, Rabu (24/9).

Baca Juga :  Masyarakat Senang Bupati Magetan Sulap Totok Maospati Jadi Fasilitas Kesehatan.

Ditambahkan Dian Astuti, Disdikpora Magetan melibatkan pihak sekolah untuk aktif memantau dan melaporkan apabila terjadi hal-hal yang kurang nyaman dirasakan oleh para siswa ketika konsumsi MBG.

” Dengan melibatkan pengawas dan pihak sekolah untuk selalu memantau setiap harinya dan melaporkan bilamana ada hal-hal yang berbeda, “ imbuhnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Ponorogo Fasilitasi "GADIS JOS" Punya KTP.

Sementara itu, data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Magetan, periode akhir Agustus program MBG telah mencakup 33.220 siswa/siswi mulai PAUD – SMP. Rincinya 1.478 murid PAUD, 3.916 KB/TK, 15.582 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 12.244 murid SMP.

Sedangkan, data dapodik periode 26 Agustus 2025 ada sejumlah 14.870 siswa/siswi tingkat PAUD dan TK, 33.367 siswa SD dan 17.886 murid SMP.

Berita Terkait

Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis
Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.
RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.
Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi
RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.
Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.
Dinkes Magetan Awasi Peredaran Mamin.
Serap Saran Implementasi ILP, Dinkes Ngawi Undang Puskesmas Hingga Tomas

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:17 WIB

Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.

Rabu, 22 April 2026 - 16:05 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:39 WIB

Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:18 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.

Senin, 9 Maret 2026 - 08:21 WIB

Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:37 WIB

Dinkes Magetan Awasi Peredaran Mamin.

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:40 WIB

Serap Saran Implementasi ILP, Dinkes Ngawi Undang Puskesmas Hingga Tomas

Berita Terbaru

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S Deyang./ Joko Nugroho.

Ekonomi & Bisnis

BGN Minta SPPG Beli Telur Ke Peternak Lokal Magetan.

Senin, 1 Jun 2026 - 15:23 WIB

Penampilan Salah satu Peserta Takbir Lampion Magetan

Pendidikan

Meriahnya Lomba Takbir Lampion Malam Idul Adha Di Magetan

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:39 WIB