MAGETAN, JATIMNESIA.COM
Ratusan produk makanan kemasan tak layak konsumsi ditemukan beredar bebas di wilayah Kabupaten Magetan, Minggu (15/3).
Temuan ini merupakan hasil dari Inspeksi mendadak (Sidak) makanan dan minuman (Mamin) kemasan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan hingga periode Kamis, 12 Maret 2026.
” Itu di masing-masing Puskesmas itu disampling lima toko, jadi sudah ada sekitar 105 toko. Ada temuan sekitar 396 sampel, jadi yang temuannya itu ada yang makanannya sudah kadaluarsa, ada yang izinya tidak ada atau yang ada expired-nya itu tidak dicantumkan. Rata-rata itu yang masa kadaluwarsanya, tidak dicantumkan atau ada datanya tapi tidak dicentang”, kata Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Magetan, Almizan Marwan, Minggu (15/3).
Ratusan makanan kemasan tak layak kosumsi itu variatif mulai dari keripik olahan rumahan sampai dengan beragam produk pabrikan.
” Itu makanannya seperti keripik-keripik seperti itu, ada keripik tempe, keripik manis, keripik pisang, ada juga makanan pabrikan seperti itu. Ada yang wafer, ada roti bolu, biskuit, variatif yang temuannya.” jelas Almizan Marwan.
Almizan memperkirakan jumlah temuan Mamin tak layak kosuimsi masih bisa bertambah karena ada satu wilayah puskesmas yang masih dalam proses pendataan.
” Senin masih ada yang terakhir untuk di wilayah Candirejo, kemungkinan bisa bertambah.” ujarnya.
Karena Dinkes Magetan hanya memiliki wewenang dalam hal pembinaan, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati memilih makanan apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
” Karena kewenangan kami adalah pembinaan, jadi semua itu nanti kita turunkan dari etalase untuk tidak diedarkan sama pemiliknya, dengan nanti ada berita acara penandatangan bahwa itu tidak boleh untuk diedarkan”, pungkas Kabid SDK Dinkes Magetan.
Penulis : Joko Nugroho








