MAGETAN, JATIMNESIA,COM – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk mengikuti tahapan verifikasi lanjutan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2025.
Verifikasi lanjutan yang digelar secara virtual diruang jamuan itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti atau Nanik Sumantri, memaparkan 9 (sembilan) tatanan Kabupaten Sehat dihadapan tim penilai KKS pusat, Rabu (13/8).
Verifikasi lanjutan ini menjadi tahapan penting dalam penilaian penghargaan Swasti Saba Wiwerda, predikat bagi daerah yang berhasil menciptakan kondisi daerah yang berlingkungan sehat dan masyarakat sehat dan mandiri.
“ Harapannya kedepan Kabupaten Magetan bila telah mendapat Swasti Saba Wiwerda ini, semua wilayah bisa menerapkan hidup sehat, “ kata Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, Rabu (13/8).
Dihadapan tim verifikasi pusat, yang diketuai Nani Rohani, SKM., MARS, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Nanik Sumantri memaparkan 9 tatanan inovasi yang menjadi kunci terwujudnya Kabupaten Sehat, meliputi tatanan sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, lalu lintas, perlindungan sosial hingga tatanan penanggulangan bencana.
Nanik Sumantri memaparkan berbagai inovasi yang dilaksanakan Pemkab Magetan pada setiap tatanan, salah satunya pada tatanan Sehat Mandiri berupa ;
1. Kader Mayangsari (Gerakan Magetan Sayang Remaja Ibu Dan Bayi) Sebagai Inovasi Dalam Upaya Menurunkan Jumlah Kematian Ibu Dan Bayi.
2. Situ– ILP (Sistem Skrining Terpadu– Integrasi Layanan Primer) Sebagai Inovasi Pencatatan Hasil Skrining Terintegrasi, Di Posyandu Ilp Puskesmas.
3. Anting Emas (Asuh Balita Stunting Untuk Wujudkan Generasi Magetan Berkualitas) Dengan Orang Tua Asuh Dari Seluruh Kepala OPD, Forkopimda, Dan CSR Bagi Anak Yang Terkena Stunting.
4. “Puspa Hunting” (Puskemas Panekan Hunter’s Tb-Stunting) Dengan Mengintegrasikan Pencegahan Stunting Dan Skrining TBC.
5. Jekmil (Ojek Ibu Hamil) Adalah Kader Yang Memberikan Layanan Pendampingan, Mengantar Ibu Hamil Ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
6. Buser PTM (Buru Sergap Penyakit Tidak Menular) Dengan Pelayanan Jemput Bola Bagi Penderita Hipertensi.
“ Ini tadi masih verifikasi, untuk meraih Swasti Saba Wiwerda tadi masih ada catatan, dan catatan tersebut sudah saya sampaikan ke dinas terkait untuk segera di cukupi, “ ungkap Bupati Magetan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Magetan dr. Rohmat Hidayat, mengaku akan terus berupaya mengenjot temuan sejumlah penyakit di masyarakat sesuai dengan target pusat untuk menambah nilai indikator. “ Tetap kita upayakan supaya terus meningkat dari target, “ jelasnya.
Sebagai informasi, Pemkab Magetan tahun 2023 telah mengantongi penghargaan Swasti Saba Padapa. Diharapkan dengan momentum tersebut dapat naik kelas menjadi Swasta Saba Wiwerda. “ Tahun ini kita berupaya naik menjadi Wiwerda, “ pungkasnya.








